Kamis, 02 Desember 2010

organisasi sebagai sistem sosial dan proses pengambilan keputusan dalam organisasi

1. Definisi dari organisasi adalah suatu kelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama. Tujuan merupakan hasil yang berupa barang, jasa, uang, pengetahuan dan lain lain. Tujuan disini dapat di definikasikan sebagai output, dan untuk menjadi output diperlukan input. Input dapat berupa raw material, sdm, uang, informasi dll.
Saat ini, banyak manajer mengakui begitu banyaknya bagian dalam organisasi, khususnya keterkaitan antar bagian seperti koordinasi antar pusat dan daerah, mandor dan buruh-buruh lain. Para manajer saat ini lebih peduli pada apa yang bekerja di dalam organisasi dan feedback. Jadi, bila ada persoalan dalam organisasi, manajer tidak serta merta focus pada persoalan yang dilaporkan, melainkan melihat pola keterkaitan yang lebih besar. Manajer lebih focus pada hasil yang ingin dicapai organisasi. Caranya, manajer lebih focus pada struktur yang biasa menciptakan perilaku yang mempengaruhi tindakan dibandingkan relative pada tindakan – tindakan yang selalu berulang sejak masa lalu.
Seperti telah dibahas sebelumnya, bahwa pengertian organisasi adalah suatu kelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama.tujuan merupakan hasil yang berupa barang, jasa, uang, pengetahuan dll. Sedangkan pengertian dari sosial adalah manusia yang berkaitan dengan masyarakat dan para anggotanya. Dengan demikian system social antara lain dengan adanya organisasi social & organisasi social.
Perilaku organisasi adalah telaah dan penerapan pengetahuan tentang bagaimana orang bertindak di dalam organisasi. Dengan demikian dalam kaitanya dengan organisasi sebagai system social maka kajian perilaku organisasi mencangkup sebagai aspek seperti : Publik, Bisnis, Sosial dll. Sebagai contoh PSSI ( Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) sebagai organisasi yang bergerak dibidang olahraga sepak bola tidak hanya terpaku pada satu aspek kajian yaitu sepak bola.

2. Proses pengambilan keputusan dalam suatu organisasi, metode pengambilan keputusan ini seringkali digunakan oleh para pemimpin otokratik atau dalam kepemimpinan militer. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu cepat, dalam arti ketika organisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Selain itu, metode ini cukup sempurna dapat diterima kalau pengambilan keputusan yang dilaksanakan berkaitan dengan persoalan-persoalan rutin yang tidak mempersyaratkan diskusi untuk mendapatkan persetujuan para anggotanya.
Kadang-kadang seorang anggota organisasi oleh anggota lainya diberi predikat sebagai ahli (expert), sehingga memungkinkannya memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk membuat keputusan. Metode pengambilan keputusan ini akan bekerja dengan baik, apabila seseorang anggota organisasi yang dianggap ahli tersebut memang benar-benar tidak diragukan lagi kemampuanya dalam hal tertentu oleh oleh anggota lainya.
Dalam banyak kasus, persoalan orang yang dianggap ahli tersebut bukanlah masalah yang sederhana, karena sangat sulit menentukan indicator yang dapat mengukur orang yang dianggap ahli (superior). Ada yang berpendapat bahwa orang yang ahli adalah orang yang memiliki kualitas terbaik untuk membuat keputusan, namun sebaliknya tidak sedikit pula orang yang tidak setuju dengan ukuran tersebut. Karenanya, menentukan apakah seseorang dalam kelompok benar-benar ahli adalah persoalan yang rumit. Metode pengambilan keputusan ini juga mempunyai kelemahan, yaitu pada anggota organisasi akan bersaing untuk mempengaruhi pengambil atau pembuat keputusan. Artinya bagaimana para anggota organisasi yang mengemukakan pendapatnya dalam proses pengambilan keputusan, berusaha mempengaruhi pimpinan kelompok bahwa pendapatnya yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan.
Cara lain untuk memahami tindak komunikasi dalam organisasi adalah dengan melihat bagaimana suatu organisasi menggunakan metode-metode tertentu untuk mengambil keputusan terhadap masalah yang dihadapi. Dalam dataran teoritis, kita mengenal empat metode pengambilan keputusan, yaitu kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion), pendapat ahli (expert opinion), kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion), dan kesepakatan (consensus)..
Kadang-kadang seorang anggota organisasi oleh anggota lainnya diberi predikat sebagai ahli (expert), sehingga memungkinkannya memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk membuat keputusan. Metode pengambilan keputusan ini akan bekerja dengan baik, apabila seorang anggota organisasi yang dianggap ahli tersebut memang benar-benar tidak diragukan lagi kemampuannya dalam hal tertentu oleh anggota lainnya.
Dalam banyak kasus, persoalan orang yang dianggap ahli tersebut bukanlah masalah yang sederhana, karenasangat sulit menentukan indikator yang dapat mengukur orang yang dianggap ahli (superior). Ada yang berpendapat bahwa orang yang ahli adalah orang yang memiliki kualitas terbaik; untuk membuat keputusan, namun sebaliknya tidak sedikit pula orang yang tidak setuju dengan ukuran tersebut. Karenanya, menentukan apakah seseorang dalam kelompok benar-benar ahli adalah persoalan yang rumit.
Sifat otokratik dalam pengambilan keputusan ini lebih sedikit apabila dibandingkan dengan metode yang pertama. Karena metode authority rule after discussion ini pertimbangkan pendapat atau opini lebih dari satu anggota organisasi dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, keputusan yang diambil melalui metode ini akan mengingkatkan kualitas dan tanggung jawab para anggotanya disamping juga munculnya aspek kecepatan (quickness) dalam pengambilan keputusan sebagai hasil dari usaha menghindari proses diskusi yang terlalu meluas. Dengan perkataan lain, pendapat anggota organisasi sangat diperhatikan dalam proses pembuatan keputusan, namun perilaku otokratik dari pimpinan, kelompok masih berpengaruh.
Metode pengambilan keputusan ini juga mempunyai kelemahan, yaitu pada anggota organisasi akan bersaing untukmempengaruhi pengambil atau pembuat keputusan. Artinya bagaimana para anggota organisasi yang mengemukakan pendapatnya dalam proses pengambilan keputusan, berusaha mempengaruhi pimpinan kelompok bahwa pendapatnya yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan.
Kesepakatan atau konsensusakan terjadi kalau semua anggota dari suatu organisasi mendukung keputusan yang diambil. Metode pengambilan keputusan ini memiliki keuntungan, yakni partisipasi penuh dari seluruh anggota organisasi akan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang diambil, sebaik seperti tanggung jawab para anggota dalam mendukung keputusan tersebut. Selain itu metode konsensus sangat penting khususnya yang berhubungan dengan persoalan-persoalan yang kritis dan kompleks.


Namun demikian, metodepengambilan keputusan yang dilakukan melalui kesepakatn ini, tidak lepas juga dari kekurangan-kekurangan. Yang paling menonjol adalah dibutuhkannya waktu yang relatif lebih banyak dan lebih lama, sehingga metode ini tidak cocok untuk digunakan dalam keadaan mendesak atau darurat.
WIDYATMINI, PENGANTAR ORGANISASI & METODE , GUNADARMA, EDISI PERTAMA CETAKAN KE LIMA, JAKARTA 1994.
http://yendra-hardinata.blogspot.com/2009/11/metode-pengambilan-keputusan-dalam.html

Minggu, 28 November 2010

future perfect tense

·       FUTURE PERFECT TENSE
Adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang akan sempurna selesai sebelum waktu yang lain dimasa yang akan datang.
        Rumus Future Perfect Tense
Positif: S + will + have + V3
Negatif: S + will + not + have + V3
Tanya: Will + S + have + V3       

Contoh :
a. kalimat positif future perfect tense :
-You will have worked …
-They will have driven home …
-She will have learned music …

b. kalimat negatif future perfect tense :
-You will not have worked …
-They will not have driven home …
-She will not have learned music …

c. kalimat tanya future perfect tense :
        -Will You have worked …
-Will They have driven home …
-Will She have learned music …

Contoh :
        Positif : I will have swum at 11 tomorrow
        Negatif : You will not have swum at 11 tomorrow
Tanya : Will you have swum at 11 tomorrow

Dari kejadian di atas, kalau jam 11 kan saya SUDAH AKAN SELESAI berenang kan? Nah, kalo jam 11 besok saya sudah akan selesai berenang. Itulah yang saya maksud dengan SUDAH AKAN ini, Future Perfect Tense: “I will have swum”.
karena Future maka ada Will. Ada juga kata kerja bantu “Have” bentuk pertama karena mengikuti Will. Karena Perfect maka pake Kata Kerja bentuk-3 dan saya tulis V3 (Verb 3).

ringkasan bab 1 dan bab 2 dan macam-macam organisasi

Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal.
Organisasi Formal
Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya.Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).
Organisasi Informal
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya.



I. Tipe atau Bentuk Organisasi :
1. Piramida Mendatar(flat)
ciri-ciri :
a.Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki kewenangan sedikit.
b.Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak.
c.Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil.
2. Piramida Terbalik
Organisasi piramida terbalik salah satu unit dari tipe piramida terbalik ialah jumlah jabatan pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja.

3.  Tipe Kerucut
ciri-ciri organisasi dari tipe kerucut :
a.Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
b.Rentang kendali sempit.
c.Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab dapat dilakukan sampai kepada pejabat/pimpinan yang bawah/rendah.
d.Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
e.Jumlah informasi jabatan cukup besar.
4. Tipe organisasi garis atau line yaitu bentuk / struktur organisasi yang paling tua dan paling sederhana diciptakan oleh Henry Fayol.
Ciri-ciri tipe organisasi garis ini adalah
o Organisasi masih kecil
o Jumlah karyawan sedikit
o Spesialisasi kerja masih kecil
Keuntungannya adalah :
o Mudah dimengerti dan dilaksanakan
o Ada bagian kekuasaan dan tanggung jawab yang jelas
o Merupakan jenis organisasi yang stabil
Kerugiannya adalah :
o Seluruh orang terlalu bergantung pada satu orang
o Bersifat otokratis dan dapat menjadi diktatoris
o Kesempatan karyawan untuk berkembang sangat terbatas
5. Tipe organisasi Fungsional
Tipe ini diciptakan oleh F.W.Taylor . Dalam tipe ini ada pimpinan yang mempunyai bawahan yang jelas sebab setiap atasan berwenang memberi komando kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.
Keuntungan Tipe ini adalah :
o Dapat diperolejh manfaat yang sebesar-besarnya dari para ahli
o Ada koordinasi yang baik
o Memudahkan dalam pengawasan
Kerugian tipe ini adalah :
o Banyak mengeluarkan biaya tambahan
o Kekembaran kekuasaan dapat menimbulkan perselisihan / konflik
o Pandangan para pekerja yang merasa terlalu banyak atasan.
6. Tipe organisasi Garis dan Staf
Tipe ini merupakan gabungan dari tipe garis dan fungsional, sehingga menyebar struktur orgasnisasi tersebut.

7. Tipe Organisasi Fungsional dan Staf
Tipe ini adalah perpaduan antara tipe orrganisasi garis, fungsional dan staf. Memandang organisasi dari segi tata hubungan, wewenang dan tanggung jawab yang ada oleh organisasi Bentuk Organisasi
Bentuk Organisasi
Bentuk-bentuk organisasi :
1.Bentuk Organisasi Staff
2.Bentuk Organisasi Lini : Organisasi lini atau garis adalah bentuk organisasi yang di dalamnya terdapat garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan ke bawahan.
3.Bentuk Organisasi Fungsional : suatu organisasi di mana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus.

4.Bentuk Organisasi Fungsional & Lini : bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian di bawahanya yang mempunyai keahlian tertentu serta sebagian dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap diserahkan kepada kepala bagian.
5.Bentuk Organisasi Fungsional & Staff
6.Bentuk Organisasi Lini &Staff : suatu bentuk organisasi di mana pelimpahan wewenang berlangsung secara vertical dan sepenuhnya dari puncak pimpinan ke kepala bagian di bawahnya serta masing-masing pejabat, manajer ditempatkan satu atau lebih pejabat staff yang tidak mempunyai wewenang memerintah tetapi hanya sebagai penasihat, misalnya mengenai masalah kearsipan,keuangan,personel dan lain sebagainya.
II. Struktur atau Skema Organisasi
Struktur/ bagan organisasi memperlihatkan satuan-satuan organisasi, hubungan-hubungan & saluran wewenang & tanggung jawab yang ada dalam teori organisasi.


Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.
• Struktur suatu Organisasi menggambarkan bagaimana organisasi itu mengatur dirinya sendiri, bagaimana mengatur hubungan antar orang dan antar kelompok.
• Struktur Organisasi adalah suatu keputusan yang diambil oleh organisasi itu sendiri berdasakan situasi, kondisi dan kebutuhan organisasi.
• Struktur suatu Organisasi ada kaitannya dengan tujuan, sebab struktur organisasi itu adalah cara organisasi itu mengatur dirinya untuk bisa mencapai tujuan yang ingin dicapainya.
VARIABEL STRUKTUR
1. UKURAN (SIZE) :
- makin besar akan semakin komplek semakin impersonal, semakin lugas , semakin sulit diarahkan, semakin sulit dipadukan.
- ukuran menciptakan dilemma.
- tak ada yang tahu ukuran yang optimum.
2. RENTANG KENDALI :
- Jumlah orang yang langsung di bawah pengawasan dan tanggung jawab seorang pejabat/pemimpin.
- Jumlah yang optimum adalah antara 6 - 10.
- Kalau terlalu banyak tidak akan bisa diawasi dan disupervisi secara optimal.
3. JUMLAH TINGKATAN HIRARKHI :
- Kalau terlalu banyak bisa timbul kesulitan komunikasi vertikal.
- Sebaiknya tak terlalu banyak.
- Perhatikan efektivitas komunikasi.
4. STRUKTUR KEWENANGAN :
- Orang-orang yang punya kewenangan membuat keputusan bagi organisasi.
- Siapa saja yang termasuk dalam struktur ?
- Bila hanya satu orang bisa timbil kesulitan.
- Pendelegasian wewenang.
5. STRUKTUR KOMUNIKASI :
- Variabel yang terpenting.
- Dari puncak hirarkhi sampai ke paling bawah.
- Juga perlu diperhatikan komunikasi horisontal.
6. STRUKTUR TUGAS :
- Sama dengan struktur peranan.
- Cara organisasi membagi-bagi tugas/pekerjaan kepada anggota-anggotanya.
- Apakah semua pekerjaan terbagi habis ?
- Apakah semua anggota mendapat peranan ?
- Apakah hanya orang tertentu saja yang berperan ?
7. STRUKTUR STATUS DAN PRESTIS :
- Apa yang diperoleh dari organisasi dengan pengorbanan yang diberikan ?
- Apakah prestis (gengsi) seseorang akan naik dengan menjadi anggota organisasi?
- Apakah prestis terbagi secara merata ?
- Apakah organisasi memiliki jenjang status yang terbuka bagi semua anggota ?
8. JARAK PSIKOLOGIS :
- Antara orang yang di puncak (pengambil keputusan) dan orang- orang di bawah (yang melakukan pekerjaan).
- Komunikasi emosi antara orang-orang dalam hirarkhi.
- Menunjukkan kemudahan komunikasi vertikal effektif/tidak.
Pengertian bentuk organisasi sering disamakan dengan tipe organisasi, padahal keduanya berbeda. Menurut tipenya organisasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi dengan tipe piramid dan organisasi dengan tipe kerucut. Bentuk organisasi memandan dari segi tata hubungan , wewenang (authority) , dan tanggung jawab (Responsbility), yang ada dalam suatu organisasi.
Daftar pustaka
Bab 2-pbisnis(manajement & org).pdf
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/computer-science-and-information/information-system-s1-1/teori-organisasi-umum-2-1/organisasi

pengalaman dalam organisasi formal dan informal

>> Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
>>  Pengertian Organisasi Informal dan Organisasi Formal
1. Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
2. Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke puncak rame-rame dengan teman, dan lain-lain.
>> pengalaman Ely Supriyani di dalam organisasi formal dan informal beserta konflik dan pemecahan masalahnya.
1.  pengalaman saya di dalam organisasi formal.
Sejak saya lulus dari SDN 14PT, saya melanjuti ke SMPN 272. Sejak ketika saya duduk di bangku sekolah kelas 2 SMP , saya diangkat menjadi pengurus osis.
Dari organisasi tersebut saya dilantik untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan displin.
Jabatan saya yang pertama di osis adalah menjadi sekertaris osis. Dimana tugas saya selalu membantu ketua osis dalam hal keorganisasian. Dan jabatan kedua yang saya pegang di dalam Organisasi Pramuka . saya menjadi ketua pramuka putri . Di jabatan ini saya bertugas untuk mengkoordinir anggota anggota pramuka yang lainnya dan selalu menjelaskan kepada pembina hal apa yang perlu pramuka lakukan.
Setelah lulus SMP , saya melanjuti ke SMAN 76 . di sanapun saya mengikuti banyak organisasi-organisasi disekolah. Diantara nya ketua ekskul pramuka dalam OSIS ,anggota MPK (majelis permusyawaratan kelas ), ketua rohis dan anggota tim volli putri.
Di organisasi tersebut tentunya saya juga pernah mengalami konflik di dalam organisasi formal ini yaitu :
Dimana para anggota organisasi pun diantaranya ada yang kurang displin waktu sehingga contohnya kita mengadakan rapat selalu tidak tepat pada waktunya .
Cara penyelesaian nya yaa diberi pengertian dan penjelasan bahwa waktu itu sangat penting dan pada waktu rapat tolong dipersiapkan waktu dengan sebaik-baiknya.

2.      Saya akan menjelaskan pengalaman saya di  organisasi informal.
Pengalaman saya di Organisasi informal yaitu pernah menjabat menjadi sekertaris di dalam Panitia HUT RI yang ke-64 & 65 di Rt 05/07 tahun 2009 dan 2010 sekarang.
     Di dalam kepanitiaan HUT RI ini saya mempunyai pengalaman dalam menjadi sekertaris, saya mendapat banyak ilmu disini diantaranya : mendapat ilmu bagaimana caranya membuat surat undangan, cop surat panitia, membuat lambang panitia di aplikasi corel draw, tata cara bahasa yang benar untuk kata-kata dalam latar belakang acara kepanitiaan, susunan acara, dsb.
Tetapi di kepanitiaan ini pasti terdapat kekurangan, karena tidak selalu perfect pasti sebuah kepanitiaan itu, dari kekurangan ini kita dapat ambil hikmahnya dan belajar dari kekurangan, untuk prospek buat kedepan jika saya menjadi pengurus panitia HUT RI kembali.
Dalam organisasi informal pun pasti ada konflik yang terjadiKonflik yang saya pernah hadapi di dalam organisasi informal ini yaitu :
Di  dalam kepanitiaan HUT RI masih terdapat kekurangan dana, tetapi alhamdulillah kami sebagai panitia mempunyai pemecahan masalahnya yaitu dengan cara menambahkan iuran dari panitia dan juga meminta donatur yang lainya, sehingga kekurangannya dapat tertutupi.

>>> inilah pengalaman saya dalam organisasi formal dan informal , semoga kelebihannya dipertahankan dan kekurangannya di perbaiki. J

Sabtu, 20 November 2010

logika program pascal array

_ LOGIKA PROGRAM :


a.     Membuka program pascal
b.     Mengetik coding nya di editor pascal
c.      Dengan mengetik :
Uses crt;
     Untuk memulai program pascal

Var prima : array [1..50] of integer;
     Untuk variabel bilangan prima

I,j,bil : integer;
     I,j adalah variabel bilangan prima

Begin
     Untuk mengawali program

Clrscr;
     Untuk membersihkan layar

For i :=2 to 50 do
     Untuk i 2 to 50

Begin
     Untuk mengawali program

Prima [i]:=i ;
     Bilangan prima

For j := 2 to i-1 do
     Untuk j 2 to i-1

Begin
     Untuk mengawali program


Bil :=(i mod j);
     Bilangan i mod j

If bil =0 then prima [i]:=0
     Jika bilangan 0 bilangan prima i

End;
     Untuk mengakhiri program pertama

If prima [i]<>0 then write (prima [i],’ ‘);
     Jika bilangan prima lebih kecil lebih besar dari 0

End;
Untuk mengakhiri program <>        

Readln;
     Untuk membaca program yang dibuat

End.
     Untuk mengakhiri seluruh program yang telah dibuat

d.     Di running dengan CTRL+F9
Menemukan hasil dari coding di atas

e.      Output nya adalah  2 3 5 7 11 13 17 19 23 29 31 37 41 43 47
Hasil nilai output dari program yang telah dibuat










logika program mailmarge


·      LOGIKA PROGRAM

1.     Membuka menu open office .
2.     Pilih open office writer .
3.     Lalu klik menu tools dan pilih letter atau mailmarge .
4.     Pilih dan klik mailmarge wizard .
5.     Pilih letters dan klik next starting document untuk memulai dokumen yang baru .
6.     Pilih dan klik use the current document untuk menggunakan dokumen yang telah dibuat .
7.     Pilih dan klik next select recipients untuk menyeleksi siapa saja yang menerima mailmarge tersebut .
8.     Klik type a new list untuk memilih tipe apa yang akan digunakan .
9.     Klik create untuk mengetik dokumen yang akan dibuat .
10. Klik costumize untuk pengiriman .
11. Hapus semua field dengan mengklik delete secara berulang
12. Pilih add untuk menambahkan siapa saja yang akan dikirim kan dokumen tersebut .
13. Klik ok untuk deal
14. Dari new address list buat tanggal,kepada,alamat dan kota untuk alamat yang akan dikirim mailmarge tersebut .
15. Setelah selesai klik close untuk mengakhiri program tersebut .

program kupu-kupu

3 : begin
Write (‘Deret Segitiga’) ;
write (‘masukkan n = ‘) ;
    readln (n) ;
   for i := n down to 1 do
   begin
   for j :=1 to I do
   begin
   write (j :3) ;
   end ;
   writeln ;
   end;
   writeln;
   end;
   read;
   end;
   for I := 1 to n do
   begin
   for j:= 2 to i do
   begin
   write (j:3);
   end;
   writeln;
   end;
   readln;
   end;
   end;
   end.




codding letak kampus


      IDENTIFICATION DIVISION.
       PROGRAM-ID. kondisi2.
       ENVIRONMENT DIVISION.
       DATA DIVISION.
       WORKING-STORAGE SECTION.
       77 Jawab PIC A.

       PROCEDURE DIVISION.
       Tanya.
           DISPLAY "Masukkan Kode Kampus berupa huruf [ D/E/J/K ] ?? " .
           ACCEPT Jawab.

       Seleksi-Jawab.
           IF Jawab = "D" GO TO Kode-D.
           IF Jawab = "E" GO TO Kode-E.
           IF Jawab = "J" GO TO Kode-J.
           IF Jawab = "K" GO TO Kode-K.

       Kode-D.
           DISPLAY "Kampus Depok".
           GO TO Selesai.

       Kode-E.
           DISPLAY "Kampus Kelapa Dua".
           GO TO Selesai.

       Kode-J.
           DISPLAY "Kampus Kalimalang".
           GO TO Selesai.

       Kode-K.
           DISPLAY "Kampus Kemang".
           GO TO Selesai.
       Selesai.
           STOP RUN.






codding 5 waktu indonesia

      IDENTIFICATION DIVISION.
       PROGRAM-ID. HARI.
       ENVIRONMENT DIVISION.
       DATA DIVISION.
       WORKING-STORAGE SECTION.
       77 pilihan PIC 9.
       PROCEDURE DIVISION.
       pilih-hari.
           DISPLAY(2, 2) "Pilih salah 1 waktu Indonesia ( 1...3 ) = ".
           ACCEPT ( , ) pilihan.

           GO TO waktu-1, waktu-2, waktu-3  DEPENDING ON  pilihan.
           GO TO pesan-salah.

       waktu-1.
           DISPLAY (4, 2) "Waktu Indonesia Bagian Barat".
           GO TO akhir-program.

       waktu-2.
           DISPLAY (4, 2) "Waktu Indonesia Bagian Tengah".
           GO TO akhir-program.

        waktu-3.
           DISPLAY (4, 2) "Waktu Indonesia Bagian Timur".
           GO TO akhir-program.

        pesan-salah.
           DISPLAY (4, 2) "Kode yang dimasukkan salah !!!".

        akhir-program.
           STOP RUN.





codding matematika lanjut ( matrik )

uses crt;
type t = object
m1, m2 : array [1..2,1..2] of integer;
lok : array [1..4] of integer;
procedure input;
procedure tampil;
procedure tambah;
procedure kali;
procedure determinan;
procedure transpose;
end;
var m : t;
i,j,k,pil,det1,det2 : integer;

procedure t.input;
begin
clrscr;
writeln ('   Input Matrik I');
for i:= 1 to 2 do
begin
for j:= 1 to 2 do
begin
write ('Elemen Matrik [',i,',',j,']:');
readln (m1[i,j]);
end;
end;
gotoxy (35,1); writeln('  Input Matrik II');
k:=2;
for i:= 1 to 2 do
begin
for j:= 1 to 2 do
begin
gotoxy (35,k);
inc (k);
write ('Elemen Matrik [',i,',',j,']: ');
readln (m2[i,j]);
end;
end;
end;

procedure t.tampil;
begin
writeln;
gotoxy (5,7);writeln('* Matrik I *');
gotoxy (5,8);writeln (m1[1,1]:5,m1[1,2]:5);
gotoxy (5,9);writeln (m1[2,1]:5,m1[2,2]:5);
gotoxy (40,7);writeln('* Matrik II *');
gotoxy (40,8);writeln (m2[1,1]:5,m2[1,2]:5);
gotoxy (40,9);writeln (m2[2,1]:5,m2[2,2]:5);
readln;
end;
procedure t.tambah;
begin
gotoxy (25,11);writeln ('Hasil Penjumlahan Matrik');
lok[1] := m1[1,1]+m2[1,1];
lok[2] := m1[1,2]+m2[1,2];
lok[3] := m1[2,1]+m2[2,1];
lok[4] := m1[2,2]+m2[2,2];
gotoxy (30,12);writeln (lok[1]:5,lok[2]:5);
gotoxy (30,13);writeln(lok[3]:5,lok[4]:5);
readln;
end;
procedure t.kali;
begin
gotoxy (4,12);writeln('Hasil Matrik I * Matrik II ');
lok [1] := m1[1,1]*m2[1,1]+m1[1,2]*m2[2,1];
lok [2] := m1[1,1]*m2[1,2]+m1[1,2]*m2[2,2];
lok [3] := m1[2,1]*m2[1,1]+m1[2,2]*m2[2,1];
lok [4] := m1[2,1]*m2[1,2]+m1[2,2]*m2[2,2];
gotoxy (9,13);writeln(lok[1]:5,lok[2]:5);
gotoxy (9,14);writeln(lok[3]:5,lok[4]:5);
gotoxy (40,12);writeln ('Hasil Matrik II * Matrik I');
lok [1] := m2[1,1]*m1[1,1]+m2[1,2]*m1[2,1];
lok [2] := m2[1,1]*m1[1,2]+m2[1,2]*m1[2,2];
lok [3] := m2[2,1]*m1[1,1]+m2[2,2]*m1[2,1];
lok [4] := m2[2,1]*m1[1,2]+m2[2,2]*m1[2,2];
gotoxy (46,13);writeln (lok[1]:5,lok[2]:5);
gotoxy (46,14);writeln(lok[3]:5,lok[4]:5);
readln;
end;
procedure t.determinan;
begin
det1 := m1[1,1] * m1[2,2]-m1[2,1] * m1[1,2];
det2 := m2[1,1]*m2[2,2]-m2[2,1]*m2[1,2];
gotoxy (25,12);writeln('Determinan Matrik I = ',det1);
gotoxy (25,14);writeln('Determinan Matrik II = ',det2);
readln;
end;
procedure t.transpose;
begin
writeln;
gotoxy (7,12);writeln('Hasil Transpose Matrik I');
gotoxy (11,13);writeln (-m1[1,1]:5,m1[2,1]:5);
gotoxy (11,14);writeln (m1[1,2]:5,-m1[2,2]:5);
gotoxy (42,12);writeln('Hasil Transpose Matrik II');
gotoxy (46,13);writeln (-m2[1,1]:5,m2[2,1]:5);
gotoxy (46,14);writeln (m2[1,2]:5,-m2[2,2]:5);
readln;
end;
begin
repeat
clrscr;
gotoxy (25,1);writeln('***** Menu Matrik *****');
gotoxy (25,2);writeln('1. Input Matrik');
gotoxy (25,3);writeln('2. Penjumlahan Matrik');
gotoxy (25,4);writeln('3. Perkalian Matrik');
gotoxy (25,5);writeln('4. Determinan Matrik');
gotoxy (25,6);writeln('5. Transpose Matrik');
gotoxy (25,7);writeln('6. Keluar');
gotoxy (25,8);writeln('*************************');
gotoxy (27,9);write('Pilihan [1..6] :');readln (pil);
case pil of
1 : begin
m.input;
m.tampil;
end;
2 : m.tambah;
3 : m.kali;
4 : m.determinan;
5 : m.transpose;
end;
until (pil) = 6;
end.

ely supriyani © 2008 Por *Templates para Você*