Minggu, 17 April 2011

TUHAN YANG MAHA ESA DAN KETUHANAN

 Keimanan dan Ketaqwaan
Sebagaimana disebutkan dalam beberapa sumber bahwa”agama ada yang bersifat primitif dan ada pula yang dianut oleh masyarakat yang telah meninggalkan fase keprimitifan. Agama yang terdapatdalam masyarakat primitif adalah : dinamisme, animisme, politheisme, henotheisme, monotheisme.
Dinamisme adalah : Kepercayaan pada benda-benda punya kekuatan gaib yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia, untuk mendapatkan pengaruh yang baik dari benda-bemda tersebut dilakukanlah perbuatan seperti memakai atau memakan benda tersebut.
Kekuatan gaib tersebut dinamakan mana,tuah, sakti atau keramat.
Seiriring perkembangan kemajuan yang dialami manusia,maka keyakinanpun mengalami perubahan,keyakinan manusia meningkat menjadi Animisme yaitu percaya pada benda hidup atau benda mati punya kekuatan gaib, mendekatinya dengan cara saji-sajian,seperti percaya pada roh nenek moyang.Dari animisme meningkat lagi menjadi Politheisme yaitu percaya pada Tuhan banyak, berarti selain keyakinan diatas ( benda dan roh ),manusia percaya pada adanya Tuhan yang disembah,disini terdapat unsur menyembah,akhirnya berkembang lagi menjadi Henotheisme,yaitu percaya pada satu tuhan,Tuhan untuk satu bangsa.Akhirnya Monotheisme yang merupakan akhir dari proses perkembangan kepercayaan masyarakat primitif dan termasuk masyarakat maju.
Jika diperhatikan lebih lanjut,disinilah posisi agama islam yaitu sebagai agama masyarakat maju.
AQIDAH
Keimanan ( keyakinan ) disebut juga aqidah,aqidah artinya percaya dan yakin dengan sepeuh hati,diucapkan dengan lidah,diwujudkan dengan anggota.
Aqidah Islam disebut dengan aqidah tauhid yaitu meng esakan Allah,meyakini Allah Esa dalam segalahal ( laisa kamitslihi syaiun ),tiada satupun yang menyerupai dengan Dia.
Menurut etimologi atau bahasa aqidah artinya ikatan,sangkutan,karena mengikat atau menjadi sangkutan sesuatu.
Aqidah dalam islam meru pakan fundamen atau landasan tempat berpijaknya suatu perbuatan dan menjadi tolok ukur serta mewarnai setiap perbuatan muslim,berarti dengan aqidah yang benar akan melahirkan perbuatan yang benar.
Secara garis besarnya aqidah terangkum dalam arkaanul iman ( rukun iman yang enam ) :
1. Beriman kepada Allah, berarti yakin dan percaya dengan sepenuh hati akan adanya Allah, Keesaan Nya serta sifat-sifat Nya yang sempurna. Konsekuensi dari pengakuan ini adalah mengikuti petunjuk, tuntutan,bimbingan Allah dan Rasul Nya yang disebutkan dalam Al-Quran dan Al-Hadist Nabi.
Segala sesuatu mengenai Tuhan disebut Ketuhanan. Konsepsi Ketuhanan yang Maha Esa disebut Tauhid. Ilmu yang mempelajari tentang tauhid disebtu ilmu Tauhid ( Ilmu Tentang Kemahaesaan Tuhan ).
2. Keyakinan kepada Malaikat.
Beriman kepada Malaikat berarti yakin ( percaya ) adanya malaikat,diciptakan untuk menyampaikan amanat Allah kepada manusia.
Tugas-tugas Malaikat antara lain :
 Menyampaikan wahyu Allah kepada manusia
 Mengukuhkan hati orang beriman
 Memberi pertolongan kepada manusia
 Membantu perkembangan rohani manusia
 Mendorong manusia untuk berbuat baik
 Mencatat perbuatan manusia
 Melaksanakan hukum Allah
Selain para Malaikat ada makhluk gaib lain ciptaan Allah, yang dimaksud adalah syetan,syetan diciptakan dari api . Malaikat mendorong manusia untuk kebaikan sedangkan syetan adalah menyesatkan manusia.
Kalau ada gerak hati untuk kejahatan itu tandanya bisikan syetan sebaliknya jika ingin berbuat baik itu indikasi bahwa Malaikat berhasil menyampaikan bisikannya kepada manusia bersangkutan.
Gerak hati untuk melakukan perbuatan jahat atau gerak hati untuk berbuat baik didalam diri seseorang ditimbang oleh akal. Akallah yang akan memberikan keputusan. Keputusan akan menimbulkan kehendak ( will ) pada diri manusia bersangkutan. Kehendak itu beba s ( will itu free ) memilih mana yang akan dilakukan.
Menurut ajaran Islam setiap manusia mempunyai kecenderunganuntuk berbuat baik atau berbuat jahat.Kecenderungan berbuat baik dikembangkan oleh malaikat dan kecenderungan berbuat jahat dimanfaatkan oleh syetan dengan berbagai tipu daya.
Itulah sebabnya maka akal manusia yang mempertimbangkan kedua kecenderungan itu perlu diisi dengan iman kepada wahyu yang sengaja diturunkan Allah untuk menjadi pedoman hidup manusia.

 Keyakinan Kepada Kitab-Kitab Suci
Kitab suci memuat wahyu Allah. Perkataan kitab yang berasal dari kata kerja kataba (artinya ia telah menulis )memuat wahyu Allah . Perkataan wahyu berasal dari bahasa Arab :
Al-wahyu bermakna suara,bisikan,isyarat,tulisan dan kitab.
Dalam pengertian umum wahyu adalah firman Allah yang disampaikan Malaikat Jibril kepada para Rasul Nya atau orang yang dipih Nya untuk diteruskan kepada manusia guna dijadikan pegangan hidup.
Al-Quran menyebut beberapa kitab suci misalnya :
 Zabur diturunkan kepada nabi Daud
 Taurat diturunkan kepada nabi Musa
 Injil diturunkan kepada nabi Isa
 Al- Quran diturunkan kepada nabi Muhammad sebagai Rasul Nya
Menurut harfiah,Quran itu berarti bacaan ( Q,s.Al-Qiyamah 75 ayat 17 dan 18 ). Adapun defenisi Al-Quran adalah Kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw sebagai mu’jizat,membacanya adalah ibadah. Quran tersusun dalam 114 surat dengan 6236 ayat,74437 Kalimat dan 325345 huruf, semuanya adalah wahyu Allah yang diterima nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril.
Permulaan turunnya Al-quran bersamaan dengan dinobatkannya Muhammad sebagai Rasulullah dalam usia 40 tahun sedang berkhalwat di Gua Hira’pada malams senin,17 Ramadhan/ 6 agustus 610 M,Peristiwa ini dinamakan Allah malam al-Qadar”bertepatan dengan terjadinya kontak senjata antara kaum muslimin dengan kaum kafir Quraissy di Badr.
Ayat yang pertama turun 5 ayat dari Surah Al-Alaq:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَق
َ الْإِنسَانَ مِنْ عَل
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَم
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْل
Bacalah dengan dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.Bacalah dan Tuhanmu yang amat mulia. Yang mengajar ( manusia ) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Ayat terkhir ialah ketika Nabi sedang menunaikan Haji wada di Arafah hari jum’at 9 Dzulhijjah 10 H/bulan maret 632 M yaitu surah Al-Maidah ayat 3 :
Alyauma Akmaltulakum diinakum waatmamtu ‘alaikum ni’mati waradhitulakumul Islamadiina.
“Pada hari ini telah-Ku sempurnakan untukmu agamamu dan telah-Ku cukupkan ni’mat Ku untukmu dan Aku telah ridha Islam menjadiagamamu.”
Delapan puluh satu hari kemudian Nabi wafat ( 12 Rabilul awal th 11 H ( 8 juni 632 M )
Al-Quran diturunkan dalam 2 periode :Mekah dan Medinah. Periode pertama ayat-ayat
yang turun ketika Nabi masih bermukim di Mekah sejak jadi Rasul sampai hijrah ke
Madinah ( 12 th,13 hari,disebut ayat “ Makiyah 86 surah,Madaniyah 28 surah.




Perbedaan ayat Makiyah dengan Madaniyah
Makiyah :
 Ayatnya pendek-pendek
 Jumlah ayatnya 4780 ayat
 Diawali Yaa ayyuhannas
 Hal-hal yang berhubungan dengan tauhid,iman,taqwa,ancaman,pahala,sejarah bangsa-
bangsa dahulu.
Madaniyah :
 Ayatnya panjang-panjang
 6236 ayat
 Yaa ayyuhallazina amanu
 Hukum,kemasyarakatan,kenegaraan,perang,hukum internasional,hukum antar Agama.
Urutan qur’an tidak sebagaimana susunan yang ada sekarang,tetapi ia turun terpencar. Ayat-ayat yang turun ada kalanya karena sesuatu sebab, adakalanya tanpa sebab, inilah yang paling banyak. Setiap turun Rasul memerintahkan mencatat dan menggandengkan dengkan dengan ayat yang ditunjuk oleh beliau sendiri. Mengenai susunan Qur’an dan tertib surah yang ada sekarang adalah menyusul dilakukan oleh Zaidb bin Tsabit sebagai ketua panitia ad-hoo penyusun Mushaf.Dibentuk oleh Khalifah ketiga Usman bin Affan r.a. sebagai kelanjutan usaha yang telah dirintis oleh Khalifah 1 Abu Bakar r.a.bKarena Qur’an yang ada dewasa ini dalam susunan surah atau urutannya adalah dari Hasil usaha kodifikasi Khalifah Usman, maka Qur’an sekarang disebut Mushaf Usmani. Satu ejaan,satu susunan surah surah dan satu bacaan. Prinsip Al-Quran sesudah tauhid ( Keesaan Tuhan ),amar ma’ruf nahi mungkar. Al-Quran diturunkan tidak sekaligus,tetapi sedikit-demi sedikit selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Isi kandungan Al-Qur’an :
 Aqidah
 Syari’ah ibadah maupun muamalah
 Akhlak dengan semua ruang lingkupnya
 Kisah-kisah umat manusia dimasa lampau
 Berita-berita tentang zaman yang akan datang
 Benih dan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan,dasar-dasar hukum yang berlaku bagi alam semesta termasuk manusia didalamnya.
Keyakinan pada nabi dan Rasul ( Arkaanul Iman ke 4 ) :
Didalam Al-Quran disebut ada 25 rasul yang berkewajiban menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada manusia dan menunjukkan cara-cara pelaksanaannya dalam kehidupan manusia sehari-hari. Setelah sekian banyak Rasul yang diutus oleh Allah. Allah mengutus Nabi Muhammad sebagai nabi dan Rasul penutup atau terakhir dan untuk umat manusia dg alasan:
1. Para Rasul sebelum Muhammad hanya terbatas untuk bangsanya/ kaumnya atau daerah tertentu saja.
2. Ajaran Rasul terdahulu terdahulu telah banyak yang hilang ( dihilangkan ) oleh para pemuka agama bersangkutan dan tidak lengkap lagi.
3. Ajaran para Rasul terdahulu bersifat lokal,sementara dan belum menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia,jadi perlu disempurnakan dengan ajaran yang universal berlaku untuk seluruh dunia dan eternal yang bersifat abadi firman Allah dalam Al-Quran Qs.Al-Anbiya’:107 :



“Dan tiadalah Kami mengutus engkau ( Muhammad ) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.”
Keistimewaan kedudukan Muhammad dalam sejarah umat islam kini diungkapkan dengan jelas oleh para sarjana, diantaranya sarjana non Muslim Amerika (1) PHILIP KURIE HITTI dan (2) MICHAEL HARI seorang sarjana sejarah dan Matematika, Hukum, 100 tokoh manusia yang berpengaruh pada peradaban manusia yang pernah hidup di dunia. Dengan menggunakan beberapa tolok ukur yaitu:
a. Orangnya benar benar hidup di dunia ini
b. Berpengaruh pada generasi masanya, berikutnya, kini dan yang akan datang
c. Prestasinya mempengaruhi keadaan dan peristiwa yang akan terjadi
d. Karyanya merupakan hasil individual, tidak diciptakan bersama orang lain.
MICHAEL HARI mengambil kesimpulan bahwa “MUHAMMAD S.A.W adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia” dengan alasan:
a. Muhammad satu-satunya manusia yang berhasil secara luar biasa dibidang keagamaan dan masalah dunia
b. Berhasil menegakkan satu diantara agama-agama besar di dunia
c. Dalam waktu bersamaan Muhammad menjadi pemimpin politik yang mampu menyatukan masyarakat dalam satu ikatan akidah, keyakinan beriman kepada Allah
d. Dalam waktu yang sama,ia seorang panglima perang yang sangat ahli dalam strategi
Dan taktik yang ulung. Muhammad sangat berpengaruh dalam bidang duniawi maupun dalam bidang ukhrawi.

Nabi Muhammad adalah adalah rasul peneutup ( Khatamin Nabiyyin ). Sejarah hidupnya dari awal hingga akhir jelas dan lengkap,terpelihara dari masa kemasa, Akhlaknya baik terlukiskan dengan kata-kata :
a. Shidiq ( benar )
b. Amanah ( dapat dipercaya )
c. Tabligh ( menyampaikan )
d. Fathanah ( cerdas )
Karena akhlaknya yang mulia,suri tauladan yang diberikannya dalam mengamalkan ajaran Islam menjadi sumber nilai dan norma kedua sesudah wahyu.
Q.s.Al-Ahzab 21 ayat 33 .” Sesungguhnya pada Rasulullah suri tauladan bagi kamu.”
Q.s. Al-Hasyar :7.” Dan karena itu apa yang dibawanya ikutilah, dan apa yang dilarangnya jauhilah ( Q.s.Al-Hasyr : 7 ).
Q.s.Al-Qalam :4 .” Dan sesungguhnya kamu Muhammad memiliki akhlak yang agung.
Suri tauladan yang diberikan Rasul ini disebut As-Sunnah/Al-Hadist,yg
Menjadi pegangan sebagaimana pesan Rasul sa’at terakhir.” Ku tinggalkan pada kalian dua pusaka yang sangat berharga,kalian tidak akan sesat ( sesudahku ) selama-lamanya selama kalian berpegang teguh kepada keduanya yaitu kitab Allah ( Al-Quran dan Sunnah Rasul).
Keyakinan pada Hari Kiamat
Q.s. An-Nisa’ ayat 59 :
Allah berfirman:
:” Yaa ayyuhalladziina aamanuu athii’ullaha wa athii’urrasuula wauulil amri minkum, fain tanaaza’tum fii syai-in farudduuhu ilallaha warrasuuli inkuntum tu- minuuna billahi walyaumil aakhiri, dzalika khairun wa-ahsanu ta-wiila.”
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya), dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu tida dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa: 59)
Menurut para ilmuwan alam, suatu sa’at alam ini akan berakhir dan segala sesuatu tidak berjalan sebagaimana perputaran alam menurut ketentuan yang telah ditetapkan. Alam ini akan berputar mengarah pada kerusakan dan kehancuran secara pasti.
Diantara dalil yang paling argumentatif bahwa hari akhir itu hanya Allah yg mengetahui adalah karena tak seorangpun mendahuluinya membahas kerusakan alam dengan satu gambaran sebagaimana agama-agama klasik yang juga tidak membahasnya. Dan Allah tidak menginformasikan tentang hari kiamat kepada para malaikat-Nya yang dekat dan tidak pula kepada Nabi-nabi – Nya.
Hari kiamat dimulai dengan rusaknya alam ini. Setiap manusia yang hidup di alam ini akan mati dan bumi akan diganti, bukan bumi dan langit yang sekaramg ini. Allah yang
Meyakini Qadha dan Qadhar
Menurut Al-Qur’an Qadha berarti :
 Hukum ( An-Nisa’: 65 )
 Perintah ( Al-Isra’ : 23 )
 Memberitakan (Al-Isra : 4 )
 Menghendaki ( Ali Imran : 47 )
 Menjadikan ( Fushilat : 12 )
Qadhar dalam Al-Quran ialah : Suatu peraturan umum yang telah diciptakan Allah untuk menjadi dasar alam ini, dimana terdapat hubungan sebab dan akibat. Telah menjadi sunnatullah yang abadi dimana manusia juga terikat pada sunnatullah itu.
Firman Allah SWT :
“ Sesungguhnya Kami telah menjadikan segala sesuatu menurut qadar ( aturan ).”
( Al-Qamar : 49 )
“Adalah segala utusan Allah itu menurut qadar yang telah ditentukan.” (Al-Ahzab : 38 ).
“ Allah telah menciptakan segala sesuatu,lalu Dia tentukan tkqdirnya ( ketentuannya ).” ( Al-Furqan : 2 ).
Oleh karena itu iman kepada takdir memberikan arti dimana kita wajib mempercayai bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam ini, dalam kehidupan dan diri manusia,adalah menurut hukum, berdasarkan suatu undang-undang universal atau kepastian umum atau taqdir.
Orang yang beriman kepada qada dan qadar akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut
1. Memiliki sifat khouf (takut) kepada Allah
2. Memiliki sifat raja’ (harap) kepada Allah
3. Beribadah dengan sebaik-baiknya
4. Selalu mengevakuasi dirinya
5. Selalu berpikir dengan sungguh-sungguh terhadap pekerjaan yang dilakukannya
6. Mempersiapkan bekal untuk akhirat

Hubungan antara qada dan qadar
Bagaimanakah hubungan antara qada dan qadar? Marilah kita baca penjelasan berikut ini. Sebelum membahas hubungan antara qada dan qadar, kita perlu mengetahui lebih jelas, apakah qada itu dan apakah qadar itu?
Qada adalah ketetapan atau ketentuan Allah SWT sejak zaman azali (zaman dahulu) atas segala yang akan terjadi pada makhluk-Nya. Ini berarti, sebelum kita terlahir kedunia ini, Allah telah menetapkan berbagai ketentuan bagi diri kita. Hidup, mati, jodoh, dan rezeki kita sudah ditentukan oleh Allah sebelum kita lahir. Setelah kita lahir pun, kita tidak mengetahui ketentuan-ketentuan tersebut.
Qadar adalah ketetapan atau ketentuan Allah swt. Takdir Allah ada dua macam, yaitu takdir mubram dan takdir mualak. Takdir mubram adalah ketentuan Allah swt yang pasti terjadi dan tidak dapat diubah oleh siapapun dengan usaha apapun. Ketentuan tersebut adalah seperti waktu dan tempat meninggalnya seseorang, waktu terjadinya hari kiamat, adanya laki-laki dan perempuan, dan lain-lain. Takdir mualak adalah ketentuan Allah swt yang mungkin dapat diubah dengan jalan berikhtiar, berdoa dan bertawakal. Contoh dari takdir ini adalah jika kita ingin badan kita sehat dan segar, kita haru berusaha memelihara kebersihan dan kesehatan badan kita. Jika kita ingin pintar, kita harus berusaha rajin belajar.
Beriman kepada takdir itu tidak berarti menyerah begitu saja tanpa berikhtiar dan berusaha. Qada tidak boleh dijadikan sebab untuk melakukan kejahatan dan kemaksiatan.
Firman Allah swt dalam Alquran,
اِنَّ ا الّلهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْ مٍ حَتّى يُغَيِّرُ وْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ
Artinya:
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri (Q.S. Ar-Ra’d: 11)
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Artinya:
Apabila kamu telah membulatkan tekad (untuk melakukan sesuatu), maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah swt menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Referensi :
Buku paket Agama Islam Gunadarma
Dll yg terkait

0 komentar:

ely supriyani © 2008 Por *Templates para Você*