Jumat, 19 November 2010

globalisasi

Globalisasi kedatangan waktu yang mau tidak mau harus dihadapi oleh seluruh negara manapun di dunia. Globalisasi mampu memberikan paksaan kepada semua negara untuk membuka diri terhadap pasar bebas. Hampir setiap negara mengalami hal serupa dalam era globalisasi yang serba terbuka ini. Pihak yang diuntungkan dalam perkembangan situasi atau era globalisasi ini tidak lain adalah negara maju yang memiliki tingkat kemapanan yang jauh di atas negara Negara yang sedang berkembang.
Dalam era globalisasi, negara-negara berkembang mau tidak mau, suka tidak suka, harus berinteraksi dengan negara-negara maju. Melalui interaksi inilah negara maju pada akhirnya melakukan dominasi terhadap negara-negara berkembang dalam relasi ekonomi politik internasional.
Globalisasi yang hampir menenggelamkan setiap bangsa tentunya memberikan tantangan yang mau tidak mau harus diterima oleh setiap bangsa. Era keterbukaan sudah dan mulai mengakar kuat, identitas nasional adalah barang mutlak yang harus dipegang agar tidak mengikuti arus yang sama dan seragam yang melenyapkan warna lokal serta tradisional bersamanya. Perlu dipahami bahwa identitas nasional, dalam hal ini adalah Pancasila mempunyai tugas menjadi ciri khas, pembeda bangsa kita dengan bangsa lain selain setumpuk tugas-tugas mendasar lainnya. Pancasila bukanlah sesuatu yang beku dan statis, Pancasila cenderung terbuka, dinamis selaras dengan kemajuan dan keinginan masyarakat Indonesia pada khususnya. penyebabnya ada pada identitas nasional kita yaitu bangsa Indonesia yang terkesan terbuka, serta terus berkembang untuk dapat diperbaharui maknanya agar relevan dan fungsional sesuai keadaan .
Ketika globalisasi tidak disikapi dengan cepat dan tepat maka globalisasi akan mengancam eksistensi sebagai sebuah bangsa. Globalisasi adalah tantangan bangsa ini yang bermula dari luar, sedangkan pluralisme sebagai tantangan dari dalam yang jika tidak disikapi secara bijak tentu berpotensi menjadi masalah yang bisa menjadi serius suatu saat nanti bagi bangsa ini. Berhasil atau tidaknya kita menjawab tantangan keterbukaan zaman itu tergantung dari bagaimana kita memaknai dan menempatkan Pancasila dalam berpikir dan bertindak.
Salah satu lokomotif globalisasi adalah teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi ini berimplikasi pada cepatnya proses informasi dan komunikasi di seluruh belahan dunia. Dunia menjadi sedemikian sempit dan kecil. Semua peristiwa yang terjadi di suatu belahan dunia dapat langsung disaksikan detik itu juga di penjuru dunia lain, sekecil apapun kejadian itu, dari peristiwa pemilihan presiden sampai perselingkuhan seorang wakil rakyat. Begitu pula apa yang dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat dunia dapat juga dilakukan oleh komunitas lainnya dalam model dan kualitas yang tidak berbeda.
Beberapa ciri penting (sekaligus sebagai implikasi) globalisasi adalah:
1.hilangnya batas antarnegara,
2.maraknya terobosan
3.teknologi canggih, telekomunikasi dan transportasi, sangat memudahkan penduduk bumi dalam beraktivitas
Secara alamiah, tanah air kita memiliki karakteristik utama yaitu;
secara geografis sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan ribu kilometer garis pantai serta terletak pada “posisi silang” antara dua benua dan dua samudra, memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Serta secara demografis memiliki keanekaragaman yang sangat luas dalam berbagai bidang dan dimensi kehidupan seperti ras/etnis,agama, bahasa, kultur, sosial, ekonomi dan lain-lain. Faktor letak strategis dan kekayaan sumber daya alam tadi akan semakin penting jika saja aspek geoekonomi, geopolitik dan geostrategi menjadi bahan tinjauan. 90% energi yang dibutuhkan Jepang dikapakan melalu perairan Indonesa. 60% ekspor Austalia dikirim ke Asia melalui perairan Indonesia. Amerika Serikat minta innocentpassage melintas dari timur ke barat di dalam wilayah perairan territorial indonesia, bagi pemelihara hegemoni dan aksesnya ke sumber minyak di TimurTengah, tidak heran jika banyak Negara berkepentingan terhadap kestabilan atau instabilitas indonesia yang kaya akan minyak, mineral, hutan dan beraneka ragam kekayaan laut. Oleh karena itu salah satu konsekuensi dari ciri letak strategis dan kekayaan SDA tadi adalah masuknya berbagai kepentingan asing ke dalam negeri kita yang menyebabkan Pergesekan antara berbagai kepentingan asing tersebut.
selain aneka kepentingan internal / nasional dapat dilahirkan berbagai macam konflik di Indonesia, Sedangkan secara demografis dengan 1072 etnik yang menghuni kepulauan Indonesia serta ribuan macam adat-budaya, ratusan macam bahasa serta sekian banyak agama yang menjadi ciri dari bangsa indonesia,sudah pastinya selain menyimpan berbagai macam kekayaan budaya, juga sekaligus mengandung berbagai potensi dan sumber konflik.
Tanpa disadari sebenarnya saat sekarang ini bangsa Indonesia sedang terlibat dalam suatu peperangan dalam kondisi terdesak dan hampir terkalahkan. Kita dapat saksikan dengan kasat mata terpinggirkannya nilai-nilai leluhur budaya bangsa seperti kekeluargaan, gotong-royong, toleransi, musyawarah mufakat dan digantikan oleh individualisme, kebebasan tanpa batas, sistem one man one vote dan sebagainya.

0 komentar:

ely supriyani © 2008 Por *Templates para Você*